Dikaruniai nikmat hikmah yang berlimpah, cendekiawan muslim Muda dalam kedudukannya sebagai abdi Allah subhanahu wataala selaku warga negara Republik Indonesia yang sadar akan besarnya tantangan perubahan paradigmatis internal dan eksternal yang sedang dan akan dihadapi oleh bangsa, berusaha mengembangkan peluang dan merumuskan pemikiran dan konsep strategis, sekaligus mengupayakan pemecahan konkret permasalahan strategi lokal, regional, nasional dan global.
Perwujudan berhikmah berupa pengembangan peluang, rumusan pemikiran dan konsep strategis, serta upaya pemecahan permasalahan strategis, selanjutnya perlu dibumikan dalam serangkaian amalan nyata yang didasari niat pengabdian kepada Allah subhanahu wataala. Cendekiawan muslim Muda selaku khalifatan fil-ardh dan sebagai generasi penerus, pengganti, pelopor, dan pembaharu yang mengemban tanggung jawab secara berkesinambungan, secara cerdas dan kritis, energik dan produktif, progresif dan penuh percaya diri, serta istiqamah dan kaffah, sekaligus rendah hati dan lemah-lembut, harus berkinerja dan bersinergi untuk membumikan nikmat hikmah tersebut melalui perjuangan membangun umat, masyarakat, bangsa, negara, dan dunia, sekaligus mewujudkan kepemimpinan umat yang shiddiq, tabliq, fathanah, dan amanah.
Berdasarkan keyakinan dan kesadaran tersebut serta dengan memohon taufiq dan hidayah Allah subhanahu wataala, maka para cendekiawan muslim Muda Indonesia bersepakat untuk bersatu dalam suatu wadah pergerakan dengan membentuk Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Muda (ICMI Muda). ICMI Muda didirikan di Makassar, pada hari Kamis tanggal 29 September 2005 Masehi bertepatan dengan tanggal 25 Sya’ban 1426 H untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.